About

Rabu, 10 Agustus 2016

Perkembangan biokimia – Pengertian biokimia

Pengertian biokimia pada dasarnya berupa kimia makhluk hidup. Biokimiawan mempelajari molekul dan reaksi kimia terkatalisis oleh enzim yang berlangsung dalam semua organisme. Pengertian biokimia yang sebenarnya adalah adalah kimia dari
bahan-bahan dan proses-proses yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup sebagai upaya untuk memahami proses kehidupan dari sisi kimia. Biokimia juga sebagai ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular, seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat ini biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi termediasi enzim dan sifat-sifat protein. Saat ini, biokimia metabolisme sel telah banyak dipelajari. Bidang lain dalam biokimia di antaranya sandi genetik (DNA, RNA), sintesis protein, angkutan membran sel, dan transduksi sinyal.

Perkembangan biokimia – Pengertian biokimia

Perkembangan biokimia berawal dari kebangkitan biokimia diawali dengan penemuan pertama molekul enzim, diastase, pada tahun 1833 oleh Anselme Payen. Tahun 1828, Friedrich Wöhler menerbitkan sebuah buku tentang sintesis urea, yang membuktikan bahwa senyawa organik dapat dibuat secara mandiri. Penemuan ini bertolak belakang dengan pemahaman umum pada waktu itu yang meyakini bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat oleh organisme. Istilah pengertian biokimia pertama kali dikemukakan pada tahun 1903 oleh Karl Neuber, seorang kimiawan Jerman.

Biokimia semakin berkembang, terutama pada pertengahan abad ke-20, dengan ditemukannya teknik-teknik baru seperti kromatografi, difraksi sinar X, elektroforesis, RMI (nuclear magnetic resonance, NMR), pelabelan radioisotop, mikroskop elektron, dan simulasi dinamika molekular. Teknik-teknik ini memungkinkan penemuan dan analisis yang lebih mendalam berbagai molekul dan jalur metabolik sel, seperti glikolisis dan siklus Krebs. Perkembangan ilmu baru seperti bioinformatika juga memberikan banyak bantuan dalam peramalan dan pemodelan struktur molekul raksasa.

Perkembangan Biokimia

Saat ini, penemuan-penemuan biokimia digunakan di berbagai bidang, mulai dari genetika hingga dalam bidang biologi molekular dan dari pertanian hingga kedokteran. Penerapan pengertian biokimia yang pertama kali barangkali adalah dalam pembuatan roti menggunakan khamir, sekitar 5000 tahun yang lalu. Penemuan penting lain di bidang biokimia adalah penemuan gen dan perannya dalam mentransfer informasi di dalam sel. Bagian biokimia ini terkadang juga disebut dengan biologi molekuler. Pada tahun 1950-an, James D. Watson, Francis Crick, Rosalind Franklin, dan Maurice Wilkins menemukan bagaimana struktur DNA dan mencoba mencari hubungannya dengan transfer informasi genetik.

Pada tahun 1958, George Beadle dan Edward Tatum berhasil memenangkan Hadiah Nobel akibat penelitian mereka mengenai jamur yang menunjukkan bahwa satu gen memproduksi satu enzim. Pada tahun 1988, Colin Pitchfork adalah orang pertama yang terbukti melakukan tindak kriminal melalui bukti DNA. Belum lama ini, Andrew Z. Fire dan Craig C. Mello memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 2006 atas penemuan fungsi dari RNA interferensi (RNAi).

Hubungan Bi0kimia dengan Ilmu Lain:


  • Kimia Organik yang mempelajari sifat-sifat biomolekul.
  • Biofisika, yang memanfaatkan teknik-teknik fisika untuk mempelajari struktur biomolekul.
  • Nutrisi, yang memanfaatkan pengetahuan tentang metabolisme untuk menjelaskan kebutuhan makanan bagi mahluk hidup mempertahankan kehidupan normalnya.
  • Kesehatan, yang mencari pemahaman tentang keadaan sakit dari sudut pandang molekular.
  • Mikrobiologi, yang menunjukkan bahwa organisme sel tunggal dan virus cocok untuk digunakan sebagai sarana mempelajari jalur-jalur metabolisme dan mekanisme pengendaliannya.
  • Fisiologi, yang mempelajari proses kehidupan pada tingkat jaringan dan organisme.
  • Biologi sel, yang mempelajari pembagian kerja biokimia dalam sel.
  • Genetika, yang mempelajari mekanisme penyusunan identitas biokimia sel.

Untuk memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dasar yang terjadi dalam berbagai proses dalam kehidupan, maka diberikanlah Modul pengantar Biokimia yang dibagi menjadi empat mata ajaran utama yaitu :
  • Protein: Protein merupakan makromolekul terbanyak dalam makhluk hidup dan mempunyai berbagai    peranan penting. Protein terpenting adalah enzim yang merupakan biokatalisator dalam sel.    Selain itu protein juga berfungsi sebagai alat transport (hemoglobin), alat pertahanan    tubuh (antibodi), hormon, dan lain-lain. 
  • DNA dan Ekspresigenetik DNA. DNA mengandung informasi genetik yang kemudian disalin dan diterjemahkan sehingga    dibentuk asam amino yang kemudian menjadi protein. Juga dibahas mengenai DNA rekombinan,    rekayasa genetik dan proyek human genome
    Membran dan Komunikasi Antar Sel. Setiap sel makhluk hidup dibungkus oleh membran yang menyebabkan isi sel tidak bercampur    dengan luar sel. Walaupun dilapisi oleh membran, tetap terjadi interaksi antara sel yang    satu dengan sel yang lain karena adanya komunikasi antar sel yang diperantarai oleh    berbagai caraka kimia dan reseptornya pada membran dan diteruskan dengan berbagai proses    dalam sel.
  • Transduksi Energi dan metabolisme. Metabolisme membahas bagaimana caranya terbentuk energi (ATP) dalam bioenergetika. Juga    dibahas mengenai bagaimana caranya makromolekul yang diperoleh dari makanan dapat diolah    menjadi mikromolekul sehingga dapat digunakan tubuh untuk menghasilkan energi. Juga    dibicarakan bagaimana makromolekul dapat dibentuk di dalam tubuh dari prekursornya    beserta proses pengaturannya dan enzim-enzim yang berperan. Selain itu, dibahas juga    mengenai metabolisme non-nutrien, seperti nukleotida, porfirin dan xenobiotik.
Demikian definisi dari ilmu kimia semoga dengan hadirnya artikel ini bisa memberikan manfaat serta pengetahuan yang luas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar